Berita Terkini

KPU Sosialisasikan Pilkada 2015

KETAPANG – Menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2015, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ketapang mensosialisasikan regulasi pemilihan kepala  daerah kepada stakeholder dan pemangku kepentingan, Jumat (30/1). Sosialisasi ini dilaksanakan di ruang pertemuan KPU Ketapang.Ketua KPU Ketapang Ronny Irawan mengatakan akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang yakni 31 Agustus 2015. Dikatakannya, kalau berdasarkan peraturan lama pemilihan kepala daerah secara langsung, dan dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum berakhirnya masa jabatan.“Terbitnya peraturan baru, berdampak kepada penundaan tahapan yang akan dilakukan KPU di daerah. Seperti yang diketahui regulasi terakhir baru disahkan DPR RI adalah Perppu No.1 Tahun 2014 sebagai undang-undang,” katanya.Ia menjelaskan disahkan undang-undang ini pun belum membuat KPU di daerah langsung bekerja. Jelas dia, karena DPR RI masih akan melakukan revisi terbatas dengan paripurna terakhir pada 17 Februari 2015.“KPU di daerah sebagai penyelenggara masih menunggu aturan yang dikeluarkan KPU Pusat sebagai acuan teknis pelaksanaan. Adapun yang baru dimiliki sekarang masih berupa draf seperti rancangan tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pilkada,” papar Ronny.Menurutnya, keinginan KPU Pusat pelaksanaan Pilkada tahun 2015 dilakukan serentak. Kemungkinan besar, sebut dia, Pilkada 2015 digelar pada Desember. “Bisa saja ada perubahan. Sehingga pelaksanaanya digeser menjadi awal tahun 2016.”“Bila merujuk dengan draf tahapan, bila ada Pilkada dua tahapan tahap kedua digelar pada tahun 2016. Sosialisasi ini dilakukan supaya ada gambaran kepada pemangku kepentingan maupun stakeholder  terhadap Pilkada 2015,” ujarnyaRonny mengungkapkan dengan sosialisasi ini, ada gambaran kepada partai politik, pemerintah daerah maupun kelompok masyarakat lainnya  tahu tentang data pemilih, jumlah pemilih, pencalonan kepala daerah. “Mudah-mudahan saja, dalam waktu dekat ini regulasi pelaksanaan Pilkada terbit. Sehingga kami dapat menyelenggarakan Pilkada sebagaimana mestinya.”

Partisipasi Pemilih Pilpres Capai 68,51 Persen

KETAPANG – Partisipasi pemilih pada pemilih pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 mencapai 68,52 persen. Hal ini dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ketapang Ronny Irawan, Rabu (16/7) malam, usai rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden tahun 2014 di Gedung DPRD Kabupaten Ketapang.“Jumlah pengguna hak pilih mencapai 243.803 pemilih yang terdiri dari 117.368 perempuan dan 126.435 laki-laki dibagi dengan total jumlah pemilih 355.815 orang terdiri laki-laki sebanyak 186.529 dan perempuan 169.285 sehingga didapatkan persentase sebesar 68,51 persen. Bila dibandingkan dengan pemilu legislatif memang terdapat penurunan,” katanya.Ia menyebutkan pemilih terdiri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 348.874 orang, DPT Tambahan 824 orang, Daftar Pemilih Khusus (DPK) 963 dan DPK Tambahan 5.110 orang. Sebutnya, menurunnya partisipasi pemilih pada pilpres perlu dilakukan kajian yang mendalam untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi masyarakat menggunakan atau tidak menggunakan hak pilih mereka.“Pelaksanaan pilpres di Kabupaten Ketapang berlangsung aman dan lancar tanpa ada permasalahan atau hal negatif yang dapat merusak iklim demokrasi di daerah. Tentunya, hal ini memberikan dampak positif bagi kehidupan berdemokrasi di wilayah ini,” ungkap Ronny.\\Menurutnya, partisipasi pemilih tertinggi berada di Kecamatan Simpang Hulu yang mencapai 87,64 persen disusul Simpang Dua dengan persentase sebesar 87,56 persen. Dikatakannya, persentase pemilih yang mencapai 80 persen lainnya berada di kecamatan Jelai Hulu yakni sebesar 83,07 persen dan Hulu Sungai dengan persentase 80,01 persen.“Sedangkan persentase partisipasi pemilih terendah berada di Kecamatan Kendawangan yakni sebesar 55,79 persen, disusul Matan Hilir Selatan dengan 57,45 persen dan Delta Pawan sebesar 59,47 persen. Adapun kecamatan lain persentase pengguna hak pilih berkisar antara 61 persen sampai 79 persen,” paparnya.Ronny mengungkapkan perbedaan partisipasi antara pemilu legislatif dan presiden menarik untuk diteliti. Dikatakannya, perlu dianalisis tingkat partisipasi di daerah perhuluan lebih tinggi dibandingkan kawasan pesisir.“Mudah-mudahan ada lembaga maupun perorangan yang dapat melakukan penelitian tentang partisipasi pemilih di Kabupaten Ketapang pada Pemilu legislatif dan presiden. KPU Ketapang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2014 di Kabupaten Ketapang,” tuturnya.

Pilpres di Ketapang Aman

Bupati: Santai Tetapi Tetap WaspadaKETAPANG – Pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Kabupaten Ketapang berjalan aman dan lancar, Rabu (9/7) kemarin. Jalanan ibukota terlihat sepi dari lalu lintas kendaraan bermotor.Tampak tempat pemungutan suara (TPS) dipadati oleh masyarakat yang ingin memberikan hak pilihnya. Pemilih pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini banyak datang lebih awal dibandingkan pemilu legislatif lalu.Berdasarkan pantauan, pukul 09.00 di TPS 01 Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan antrean panjang tidak terlihat. Bila dibandingkan pada Pemilu Legislatif lalu, pada jam yang sama antrean pemilih cukup ramai, namun sekarang kursi tunggu terlihat sepi.Bupati Ketapang Henrikus, usai memberikan hak pilihnya di tempat pemungutan suara nomor 14 Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan. Orang nomor satu di pemerintahan Ketapang ini memberikan suaranya pada pukul 10.20 bersama istri dan keluarga lainnya.“Saya melihat pelaksanaan pilpres di Ketapang ini berjalan aman dan lancar. Hampir sama dengan pileg yang dilaksanakan beberapa bulan yang lalu,” katanya.Ia menyebutkan pemerintah daerah, maupun instansi pengamanan terlihat santai tetapi tetap waspada menghadapi segala kemungkinan. Menurutnya, santai di sini dalam artian tidak ada gesekan atau konflik di tengah masyarakat terkait siapa calon presiden yang diusung.“Siapa pun terpilih, baik Jokowi-Jusuf Kalla atau Prabowo Hatta, kedua-duanya baik dan punya komitmen membangun negara ini dengan visi serta misi yang mereka usung. Sekarang tinggal melihat keputusan rakyat yang memilih pemimpin mereka untuk lima tahun ke depan,” ungkap Henrikus.Ketua KPU Ketapang Ronny Irawan mengatakan sehari menjelang pelaksanaan pemungutan suara tidak ada laporan masalah dari tingkat PPS maupun PPK. Dikatakannya, berarti pada hari ini, seluruh petugas KPPS di TPS siap melaksanakan kegiatan pemungutan suara.“Saya berharap pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Ketapang berjalan aman serta lancar seperti Pemilu Legislatif yang lalu. Sehingga proses demokrasi yangsedang berjalan tetap dapat menyajikan suasana damai ditengah masyarakat,” harapnya.